LAPORAN PENDAHULUAN DAN KONSEP DASAR ASUHAN
KEPERAWATAN
TUMOR WILM
di susun oleh:
RONI SETIAWAN
SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG
PROGRAM STUDI
S-1 KEPERAWATAN
2017
BAB I
TINJAUAN TEORITIS
A.
DEFINISI
Tumor Wilms (Nefroblastoma) adalah tumor
ginjal yang tumbuh dari sel embrional primitive diginjal.Tumor Wilms biasanya
ditemukan pada anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun, tetapi kadang
ditemukan pada anak yang lebih besar atau orang dewasa. Tumor Wilms merupakan tumor ganas intraabdomen yang tersering pada
anak-anak. (http://zul-adhariansyah.blogspot.com/2009/04/tumor-wilms.html)
Tumor wilms adalah tumor
ginjal campuran ganas yang tumbuh dengan cepat, terbentuk dari unsur embrional,
biasanya mengenai anak-anak sebelum usia lima tahun (kamus kedokteran dorland)
B.
ETIOLOGI
Penyebabnya tidak
diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik. Tumor wilms
berasal dari proliferasi patologik blastema metanefron akibat tidak adanya
stimulasi yang normal dari duktus metanefron untuk menghasilkan tubuli dan
glomeruli yang berdiferensiasi baik. Perkembangan blastema renalis untuk
membentuk struktur ginjal terjadi pada umur kehamilan 8-34 minggu. Sehinga
diperkirakan bahwa kemampuan blastema primitif untuk merintis jalan ke arah
pembentukan Tumor wilms, apakah sebagai mutasi germinal atau somatik, itu
terjadi pada usia kehamilan 8-34 minggu.
Sekitar 1,5% penderita mempunyai saudara atau anggota keluarga lain yang
juga menderita Tumor wilms. Hampir semua kasus
unilateral tidak bersifat keturunan yang berbeda dengan kasus Tumor bilateral. Sekitar 7-10%
kasus Tumor wilms diturunkan secara autosomal dominan.
C.
ANATOMI FISIOLOGI
Dalam keadaan normal, manusia memiliki 2 ginjal. setiap ginjal
memiliki sebuah ureter, yang mengalirkan air kemih dari pelvis
renalis (bagian ginjal yang merupakan pusat pengumpulan air kemih) ke dalam
kandung kemih. Dari kandung kemih, air kemih mengalir melalui uretra,
meninggalkan tubuh melalui penis (pria) dan vulva (wanita).
Anatomi ginjal :
1.
Makroskopis
Ginjal terletak
dibagian belakang abdomen atas, dibelakang peritonium, didepan dua kosta
terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis, kuadratus lumborum
dan psoas mayor). Ginjal pada orang dewasa penjangnya sampai 13 cm, lebarnya 6
cm dan berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau ginjal
beratnya antara 120-150 gram.
Bentuknya
seperti biji kacang, jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri
lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang
dari pada ginjal wanita. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh
bantalan lemak yang tebal. Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua
daerah yang berbeda yaitu korteks dan medulla.
Medulla terbagi menjadi baji segitiga yang disebut piramid. Piramid-piramid
tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan
tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau
apeks dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari
kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul (Price,1995 : 773).
2.
Mikroskopis
Tiap tubulus ginjal dan glumerulusnya membentuk satu kesatuan (nefron).
Nefron adalah unit fungsional ginjal. Dalam setiap ginjal terdapat sekitar satu
juta nefron. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman, tumbai kapiler
glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus kontortus
distal, yang mengosongkan diri keduktus pengumpul. (Price, 1995)
3. Vaskularisasi ginjal
Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi
vertebra lumbalis II. Vena renalis menyalurkan darah kedalam vena kavainferior
yang terletak disebelah kanan garis tengah. Saat arteri renalis masuk kedalam
hilus, arteri tersebut bercabang menjadi arteri interlobaris yang berjalan
diantara piramid selanjutnya membentuk arteri arkuata kemudian membentuk
arteriola interlobularis yang tersusun paralel dalam korteks. Arteri
interlobularis ini kemudian membentuk arteriola aferen pada glomerulus (Price,
1995).
Glomeruli bersatu membentuk arteriola aferen yang kemudian bercabang
membentuk sistem portal kapiler yang mengelilingi tubulus dan disebut kapiler
peritubular. Darah yang mengalir melalui sistem portal ini akan dialirkan
kedalam jalinan vena selanjutnya menuju vena interlobularis, vena arkuarta,
vena interlobaris, dan vena renalis untuk akhirnya mencapai vena cava inferior.
Ginjal dilalui oleh sekitar 1200 ml darah permenit suatu volume yang sama
dengan 20-25% curah jantung (5000 ml/menit) lebih dari 90% darah yang masuk
keginjal berada pada korteks sedangkan sisanya dialirkan ke medulla. Sifat
khusus aliran darah ginjal adalah otoregulasi aliran darah melalui ginjal
arteiol afferen mempunyai kapasitas intrinsik yang dapat merubah resistensinya
sebagai respon terhadap perubahan tekanan darah arteri dengan demikian
mempertahankan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus tetap konstan (
Price, 1995).
4. Persarafan pada ginjal
Menurut Price (1995) “Ginjal mendapat persarafan dari nervus renalis
(vasomotor), saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk kedalam
ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke
ginjal”. Fungsi ginjal adalah untuk:
a. menyaring limbah metabolik
b. menyaring kelebihan natrium dan air dari darah
c. membantu membuang limbah metabolik serta natrium dan air yang berlebihan
dari tubuh
d. membantu mengatur tekanan darah
e. membantu mengatur pembentukan sel darah.
Setiap ginjal terdiri dari
sekitar 1 juta unit penyaring (nefron). sebuah nefron merupakan suatu
struktur yang menyerupai mangkuk dengan dinding yang berlubang (kapsula
bowman), yang mengandung seberkas pembuluh darah (glomerulus).
kapsula bowman dan glomerulus membentuk korpuskulum renalis.
D.
PATOFISIOLOGI
Tumor Wilms (Nefroblastoma) merupakan tumor
ginjal yang tumbuh dari sel embrional primitif diginjal, makroskopis ginjal
akan tampak membesar dan keras sedangkan gambaran histo-patologisnya menunjukan
gabungan dari pembentukan abortif glomerulus dan gambaran otot polos, otot
serat lintang, tulang rawan dan tulang. Biasanya unilateral dan hanya 3-10%
ditemukan bilateral. Tumor bermetastase ke paru, hati, ginjal, dan jarang
sekali ke tulang.
Komponen klasik dari tumor Wilms terdiri dari
tiga komponen yang tampak pada diferensiasi ginjal normal: blastema,
tubulus,dan stroma. Terdapat gambaran yang heterogen dari proporsi komponen
tersebut dan juga adanya diferensiasi yang aberan, seperti jaringan lemak, otot
lurik, kartilago, dan tulang. Adanya gambaran komponen yang monofasik juga
ditemukan. Tumor ginjal lain yang ditemukan pada anak berupa mesoblastik
nefroma, clear cell sarkoma, dan renal rhabdoid tumor dapat membingungkan.
Gambaran anaplasia merupakan indikator penting dalam prognosis tumor Wilms.
Gambaran anaplastik ditandai oleh pembesaran inti sel 2-3 kali lipat,
hiperkromatisasi, dan gambaran mitosis yang abnormal.
Stadium pada tumor wilms Staging berdasarkan NWTSG V, terdiri dari:
Stadium I
Tumor terbatas pada ginjal dan dapat direseksi secara lengkap dengan kapsul
ginjal yang utuh. Tidak terjadi ruptur atau robekan kapsul. Pembuluh darah
sinus renal tidak terlibat
Stadium II
Tumor sudah melewati kapsul ginjal namun dapat dieksisi secara lengkap.
Terdapat ekstensi regional tumor yang dibuktikan dengan penetrasi kapsul atau
dengan invasi ekstensif sinus renal. Pembuluh darah di luar sinus renal dapat
mengandung tumor. Tumor mengalami cedera akibat biopsi atau tercecer terbatas
di daerah flank. Tidak ada bukti tumor
pada atau di luar batas reseksi.
Stadium III
Terdapat sisa tumor nonhematogen yang terbatas pada abdomen, atau yang
meliputi berikut ini:
a.
Keterlibatan kelenjar
getah bening pada hilus atau pelvis
b.
Penetrasi tumor melalui permukaan peritoneum
c.
Implan tumor pada permukaan peritoneum
d.
Tumor gross atau
mikroskopik pada atau di luar batas reseksi bedah
e.
Tumor tidak dapat
direseksi secara lengkap karena infiltrasi lokal ke dalam struktur vital
f.
Tumor menyebar tidak terbatas pada daerah flank
Stadium IV
Metastasis hematogen ke paru-paru, hepar,
tulang atau otak atau metastasis ke kelenkar getah bening di luar abdomen dan
pelvis. Nodul paru tampak pada CT scan harus dibiopsi untuk diagnosis definitif
stadium IV.
Stadium V
Keterlibatan kedua ginjal
pada diagnosis. Setiap sisi harus didiagnosis secara individu
menurut kriteria di atas.
E.
MANIFESTASI KLINIS
Keluhan utama biasanya hanya benjolan perut,
jarang dilaporkan adanya nyeri perut dan hematuria, nyeri perut dapat timbul
bila terjadi invasi tumor yang menembus ginjal sedangkan hematuria terjadi
karena invasi tumor yang menembus sistim pelveokalises. Demam dapat terjadi
sebagai reaksi anafilaksis tubuh terdapat protein tumor dan gejala lain yang
bisa muncul adalah :
·
Malaise (merasa tidak enak badan)
·
Nafsu makan berkurang
·
Mual dan muntah
·
Pertumbuhan berlebih pada salah satu sisi tubuh
(hemihipertrofi)
·
Pada 15-20% kasus, terjadi hematuria
(darah terdapat di dalam air kemih).
Tumor Wilms bisa menyebabkan tekanan darah
tinggi (hipertensi).
Gambaran klinis lainnya berupa demam, penurunan berat badan, anemia, varikokel
kiri (akibat obstruksi vena renalis kiri), dan hipertensi. Trombus tumor dapat
meluas ke vena cava inferior dan jantung sehingga menimbulkan malfungsi
jantung. Kadang-kadang, terjadi gejala akut abdomen akibat ruptur tumor setelah
suatu trauma minor.
F. KOMPLIKASI
1. Tumor Bilateral
2. Ekstensi
Intracaval dan atrium
3. Tumor lokal
yang lanjut
4. Obstruksi usus
halus
5. Tumor maligna
sekunder
G. PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1.
CT scan atau MRI perut
2.
USG perut
3.
Rontgen perut
4.
Rontgen dada (untuk
melihat adanya penyebaran tumor ke dada)
5.
Pemeriksaan darah lengkap
(mungkin akan menunjukkan anemia)
6.
BUN
7.
Kreatinin
8.
Urinalisis (analisa air kemih, bisa menunjukkan adanya darah atau protein urine)
9.
Pielogram intravena.
H. PENATALAKSANAAN
Tindakan operasi merupakan
tindakan untuk terapi sekaligus penentuan
stadium tumor. Berdasarkan rekomendasi NWTSG, nefrektomi primer dikerjakan pada
semua keadaan kecuali pada tumor unilateral yang unresectable, tumor bilateral
dan tumor yang sudah berekstensi ke vena cava inferior di atas vena hepatika.
Tumor yang unresectable dinilai intraoperatif. Diberikan kemoterapi seperti
stadium III dan pengangkatan tumor dilakukan setelah 6 minggu. Pada tumor
bilateral, dilakukan biopsi untuk menentukan jenis tumor dan diberikan
kemoterapi biasanya dalam 8-10 minggu. Nefrektomi dilakukan pada kasus tumor
bilateral jika diberikan sisa parenkim ginjal setelah reseksi tumor masih lebih
dari 2/3. Hal penting dalam pembedahan meliputi insisi transperitoneal,
eksplorasi ginjal kontralateral, dilakukan nefrektomi radikal, hindari tumpahan
tumor, dan biopsi kelenjar getah bening yang dicurigai.
Terapi lanjutan dengan
kemoterapi atau radioterapi tergantung pada hasil staging dan histologi
(favourable atau non favourable) dari tumor. Berdasarkan NWTS-5 berikut
algoritma pemberian kemoterapi dan radioterapi pada tumor Wilms. Nefrektomi
parsial hanya dianjurkan pada pasien dengan tumor bilateral, solitary kidney,
dan insufisiensi renal. Pada kasus tumor Wilms bilateral yang perlu dilakukan
nefrektomi bilateral, transplantasi dilakukan setelah 1 tahun setelah selesai
pemberian kemoterapi.
Keberhasilan penanganan tumor Wilms ditentukan dari hasil stratifikasi,
registrasi, dan studi NWTSG. Survival bebas penyakit 95% untuk stadium I, dan
kira-kira 80% untuk pasien secara keseluruhan. Prognosis buruk dijumpai pada pasien dengan metastasis ke kelenjar getah
bening, paru-paru dan hepar.
BAB II
KONSEP DASAR ASUHAN
KEPERAWATAN TUMOR WILM
I. PENGKAJIAN
a.
Identitas : Menanyakan nama, jenis kelamin ,alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi
b.
Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengeluh kencing berwarna seperti cucian daging, bengkak sekitar
perut. Tidak nafsu makan, mual , muntah
dan diare. Badan panas hanya sutu hari pertama sakit.
c.
Riwayat kesehatan dahulu
Apakah klien pernah mengeluh kelainan pada ginjal
sebelumnya, atau gejala-gejala tumor wilms
d.
Riwayat kesehatan keluarga
Apakah ada
riwayata keluarga klien pernah mengidap kanker atau tumor sebelumnya
e.
Pemeriksaan fisik
Melakukan
pemeriksaan TTV klien, dan mengobservasi head to too dan yang harus di
perhatikan adalah palpasi abdomen yang cermat dan pengukuran tekanan darah pada
keempat ektremitas. Tumor dapat memproduksi renin atau menyebabkan kompresi
vaskuler sehingga mengakibatkan hipertensi. Deskripsi yang rinci mengenai
kelainan traktus urinarius dan adanya aniridia atau hemihipertrofi juga perlu dicari.
f.
Pemeriksaan penunjang
-
Pemeriksaan laboratorium tidak banyak membantu,
hanya dapat ditemukan laju endap darah yang meninggi dan kadang kadang
ditemukan hematuria. Bila kedua kelainan labolatorium ini ditemukan, maka
prognosis diagnosa buruk
-
Pada foto polos abdomen akan tampak masa
jaringan lunak dan jarang ditemukan klasifikasi didalamnya
-
Pemeriksaan pielografi
intravena dapat memperlihatkan gambaran distori, penekanan dan pemanjangan
susunan pelvis dan kalises.
-
Dari pemeriksaan
renoarteriogram didaptkan gambaran arteri yang memasuki masa tumor. Foto
thoraks dibuat untuk mencari metastasi kedalam paru-paru.
g.
Pola aktivitas
-
Pola nutrisi dan
metabolic
Suhu badan
normal hanya panas hari pertama sakit. Dapat terjadi kelebihan beban sirkulasi
karena adanya retensi natrium dan air, edema pada sekitar mata dan seluruh
tubuh. Klien mudah mengalami infeksi karena adanya depresi sistem imun. Adanya
mual , muntah dan anoreksia menyebabkan intake nutrisi yang tidak
adekuat. BB meningkat karena adanya edema. Perlukaan pada kulit dapat terjadi
karena uremia.
-
Pola eliminasi
Eliminasi alvi
tidak ada gangguan, eliminasi uri : gangguan pada glumerulus menyebakan
sisa-sisa metabolisme tidak dapat diekskresi dan terjadi penyerapan kembali air
dan natrium pada tubulus yang tidak mengalami gangguan yang menyebabkan
oliguria sampai anuria ,proteinuri, hematuria.
-
Pola Aktifitas dan latihan
:
Pada Klien dengan kelemahan malaise, kelemahan otot dan kehilangan tonus
karena adanya hiperkalemia. Dalam perawatan klien perlu istirahat karena adanya
kelainan jantung dan dan tekanan darah mutlak selama 2 minggu dan mobilisasi
duduk dimulai bila tekanan ddarah sudah normal selama 1 minggu. Adanya edema
paru maka pada inspeksi terlihat retraksi dada, pengggunaan otot bantu napas,
teraba , auskultasi terdengar rales dan krekels , pasien mengeluh sesak,
frekuensi napas. Kelebihan beban sirkulasi dapat menyebabkan pemmbesaran
jantung (Dispnea, ortopnea dan pasien terlihat lemah), anemia dan hipertensi
yang juga disebabkan oleh spasme pembuluh darah. Hipertensi yang menetap dapat
menyebabkan gagal jantung. Hipertensi ensefalopati merupakan gejala serebrum
karena hipertensi dengan gejala penglihatan kabur, pusing, muntah, dan
kejang-kejang.
-
Pola tidur dan
istirahat
Klien tidak dapat tidur terlentang karena sesak dan gatal karena adanya
uremia. keletihan, kelemahan malaise, kelemahan otot dan kehilangan tonus
-
Kognitif & perseptual
Peningkatan ureum darah menyebabkan kulit bersisik kasar dan rasa gatal.
Gangguan penglihatan dapat terjadi apabila terjadi ensefalopati hipertensi.
Hipertemi terjadi pada hari pertama sakit dan ditemukan bila ada infeksi karena
inumnitas yang menurun.
-
Persepsi diri
Klien cemas dan takut karena urinenya berwarna merah dan edema dan
perawatan yang lama. Anak berharap dapat sembuh kembali seperti semula
-
Hubungan peran
Anak tidak dibesuk oleh teman – temannya karena jauh dan lingkungan
perawatan yang baru serta kondisi kritis menyebabkan anak banyak diam
h.
ANALISA DATA
Data
|
Etiologi
|
Masalah
|
Pre Operasi
|
||
Data subjektif :
§ Anak
mengatakan nyeri di daerah perutnya
Data objektif :
§ Anak tampak
memegangdaerah perutnya Nyeri akut
§ Tekanan darah
140/110mmHg
§ Takikardi dan
takipnea
|
Tumor wilms
↓
Tumor belum
menembus kapsul ginjal
↓
Berdiferensiasi
↓
Tumor
menembus kapsul ginjal (perineal, hilus, vena renal
↓
Nyeri
|
Nyeri
|
Data subjektif :
§ Anak
mengatakan tidak mau makan
Data objektif :
§ Terjadi
penurunan berat bada
§ Makanan tidak
di habiskan
|
Tumor wilms
↓
Tumor belum
menembus kapsul ginjal
↓
Berdiferensiasi
↓
Tumor
menembus kapsul ginjal (perineal, hilus, vena renal
↓
Disfungsi
ginjal
↓
Gangguan
keseimbangan asam dan basa
↓
Asidosis
metabolic
↓
Mual dan
muntah
↓
Nafsu makan
berkurang
|
Perubahan
nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh.
|
Data Subjektif:
§ Keluarga
klien selalu bertanya tentang kesehatan anaknya
Data Objektif:
§ Orang tua
terlihat cemas dan gelisah dengan keadaan anaknya
§ TTV meningkat
|
Tumor wilms
↓
Pre operasi
↓
Kurang
pengetahuan Keluarga dan anak
↓
Kecemasan
|
Kecemasan
|
Data subjektif :
§ Anak
mengatakan lemas dan lelah
Data objektif :
§ Terbaring
lemas di tempat tidur
§ Anak kurang
bersemangatdalam beraktivitas
§ Malaise
|
Tumor wilms
↓
Tumor belum
menembus kapsul ginjal
↓
Berdiferensiasi
↓
Tumor
menembus kapsul ginjal (perineal, hilus, vena renal
|
Intoleransi
aktivitas
|
Post Operasi
|
||
Data
subjektif:
§ Klien
mengeluh nyeri
Data Objektif
§ Wajah tampah
meringis
§ Skala nyeri
0-10
§ TTV meningkat
§ Gangguan
Tidur
|
Tumor wilms
↓
Sayatan
operasi
↓
Terputusnya
kontinuitas jaringan
↓
Merangsang
pengeluaran zat proteolitik (bradikinin, histamine, serotin)
↓
Nyeri
|
Nyeri
|
Data
Objektif:
§ Adanya tanda
infeksi (bengkak, kemerahan, nyeri, demam)
§ Peningkatan
suhu tubuh
|
Tumor wilms
↓
Sayatan
operasi
↓
Adanya luka
operasi
↓
Luka terbuka
↓
Resiko tinggi
infeksi
|
Resiko Tinggi
Infeksi
|
i.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
a)
Pre operasi
1.
Nyeri akut berhubungan dengan efek fisiologis
dari neoplasia
2.
Perubahan Nutrisi : Kurang dari Kebutuhan
berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolime, kehilangan protein dan
penurunan intake
3.
Kecemasan berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan orang tua tentang penyakit dan prosedur pembedahan
4.
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
kurangnya nutrisi tubuh
b)
Pasca operasi
1.
Nyeri berhubungan dengan terputusnya
kontinuitas jaringan
2.
Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan adanya
luka operasi
j.
RENCANA ASUHAN
KEPERAWATAN
Pre Operasi
|
|||||
Diagnosa Keperawatan
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
||
Nyeri
berhubungan dengan efek fisiologis dari neoplasia
|
Pasien tidak
mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat diterima anak.
Dalam waktu : .....x24 jam, dengan kriteria:
§ Nyeri hilang
§ Tekanan darah
dalam batas normal
§ Tidak
Takikardi dan takipnea
|
1. Kaji tingkat
nyeri
2.
Lakukan
teknik pengurangan nyeri
nonfarmakologis
3.
Berikanan
analgesik sesuai ketentuan
4.
Berikan
obat dengan jadwal preventif
5.
Hindari
aspirin atau senyawanya
|
1. Menentukan
tindakan selanjutnya
2. Sebagai
analgesik tambahan
3. Mengurangi
rasa sakit
4. Untuk
mencegah kambuhnya nyeri
5. Karena aspirin
meningkatkan kecenderungan pendarahan
|
||
Perubahan
Nutrisi :Kurang dari Kebutuhan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan
metabolime, kehilangan protein dan penurunan intake
|
Dalam waktu
…x 24 jam, kebutuhannutrisi tubuh dapat terpenuhi dengan kriteria:
§ Anak mau
makan
§ Tidak Terjadi
penurunan berat badan
§ Porsi makan
habis
|
1.
Catat
intake dan output makanan secara akurat
2.
Kaji
adanya tanda-tanda perubahan nutrisi : Anoreksi, Letargi, hipoproteinemia.
3.
Beri
diet yang bergizi
4.
Beri
makanan dalam porsi keciltapi sering
5.
Beri
suplemen vitamin dan besi sesuai instruksi
|
1. Monitoring
asupan nutrisi bagi tubuh
2. Gangguan
nutrisi dapat terjadi secara berlahan
3. Diare sebagai
reaksi oedema intestine dapat memperburuk status nutrisi
4. Mencegah
status nutrisi menjadi lebih buruk
5. Membantu
dalam proses metabolisme
|
||
Kecemasan berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit dan prosedur pembedahan
|
Setelah
dilakukan perawatan selama …x24 jam, pasiecemas berkurang sampai dengan
hilang, dengan kriteria:
§ Keluarga
klien tidak bertanya tentang kesehatan anaknya
§ Orang tua
terlihat tenang dengan keadaan anaknya
§ TTV dalam
batas normal
|
1. Kaji tingkat kecemasan
klien
2. Gunakan media
untuk menjelaskan mengenai penyakit
3. Jelaskan
tentang pengobatan yang diberikan dan prosedur tindakan
4. Dorong orang
tua untuk mengungkapkan perasaan dan dengarkan dengan penuh perhatian
|
1. Untuk
mengetahui seberapa besar kecemasan yang dirasakan klien
2. Untuk
mempermudah pemahaman orang tua
3. Untuk
mengurangi kecemasan pada orang tua
4. Untuk
mengetahui tingkat kecemasan orang tua dan memberi solusi sesuai tingkat
kecemasan orang tua
|
||
Intoleransi aktivitas berhubungan
dengan kurangnya nutrisi tubuh
|
Setelah
dilakukan perawatan selama …x 24 jam, pasiendapat istirahat dengan adekuat
dengan kriteria:
§ Anak tampak
segar bersemangat dalam beraktivitas
|
1.
Pertahankan
tirah baring bila terjadi edema berat
2.
Seimbangkan
istrahat dan aktivitas bila ambulasi
3.
Intrusikan
pada anak untuk istrahat bila anak merasa lelah
|
1. Mengurangi
pengeluaran energy
2. Mengurangi
kelelahan pada pasien
3. Untuk
menghemat energy
|
||
Pasca Operasi
|
|||||
Nyeri berhubungan dengan
inkontinuitas jaringan
|
Pasien tidak
mengalami nyer iatau nyeri menurunsampai tingkat yang dapat diterima
anak.Dalam waktu : .....x24 jam, dengan kriteria:
§ Nyeri hilang
§ Tekanan darah
dalam batas normal
§ Tidak
Takikardi dan takipnea
|
1. Kaji tingkat
nyeri
2. Lakukan
tehnik pengurangan nyeri
nonfarmakologis
3. Berikanan
algesik sesuai ketentuan
4. Berikan
obatdengan jadwal preventif
5. Hindariaspirin
atau senyawanya
|
1. Menentukan
tindakan selanjutnya
2. Sebagai analgesik
tambahan
3. Mengurangi
rasa sakit
4. Untuk
mencegah kambuhnya nyeri
5. Karena
aspirin meningkatkan kecenderungan pendarahan
|
||
Resiko tinggi infeksi berhubungsn
dengan adanya insisi pembedahan
|
Pasien tidak
mengalami resiko infeksi Dalam waktu : .....x24 jam, dengan kriteria:
§ Tidak Adanya
tanda infeksi (bengkak, kemerahan, nyeri, demam)
§ Suhu dalam
batas normal
|
1. Pantau
tanda-tanda vital
2. Kaji
tanda-tanda infeksi
3. Lakukan
perawatan luka dengan tekhnik aseptic
4. Kolaborasi
pemberian antibiotic
|
1. Peningkatan
suhu dapat mengidentifikasi adanya infeksi
2. Mengidentifikasi
tanda infeksi lebih dini sehingga bisa segera diatasi
3. Perawatan
yang benar akan mempercepat proses penyembuhan yang cepat
4. Mencegah
perkembangan bakteri
|
||
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Tumor Wilms
(Nefroblastoma) adalah tumor ginjal yang tumbuh dari sel embrional
primitive diginjal. Tumor Wilms biasanya ditemukan pada anak-anak yang
berumur kurang dari 5 tahun, tetapi kadang ditemukan pada anak yang lebih besar
atau orang dewasa.
Tumor Wilms
merupakan tumor ginjal padat yang sering dijumnpai pada anak dibawah umur 10 th
dan merupakan kira-kira 10% keganasan pada anak. Paling
sering dijumpai pada umur tiga tahun dan kira-kira 10% merupakan lesi bilateral.
Penghapusan (delesi) yang
melibatkan salah satu dari minimal dua lokus kromosom 11 telah ditemukan dalam
sel dari lebih kurang 33% tumor Wilms. Delesi constitutional hemi zigot dari
salah satu dari lokus ini, 11p13, berkaitan dengan dua sindrom yang langka yang
mencakup tumor wilms: sindrom WAGR (tumor Wilms, Aniridia, Malforasi
genitourinaria, dan Retardasi Mental) dan sindrom Denys-Drash (Tumor Wilms,
nefropati, kelainan genital). Terdapatnya lokus kedua, 11p15, dapat menjelaskan
hubungan tumor wilms dengan sindrom Beckwith-Wiedemann, suatu sindrom
congenital yang ditandai dengan beberapa tipe neoplasma embrional,
hemihipertrofi, makroglosi, dan viseromegali.
B. SARAN
Untuk menjadikan makalah ini
menjadi makalah yang sempurna maka harus disertai saran-saran yang bersifat
mendorong dan membangun, saran - saran itu antara lain :
1.
Kita hendaknya lebih memahami Tumor
Wilms dalam meningkatkan pelayanan pada penderita/ anak khususnya dalam
pemberian asuhan keperawatan.
2.
Kita hendaknya mampu dan mau
mempelajari makalah “Asuhan Keperawatan Anak Dengan Tumor Wlims”, untuk
menambah pengetahuan dibidang ilmu keperawatan khususnya, dan dibidang
pelayanan pemberian asuhan keperawatan pada umumnya.
3.
Demikian saran dari kami semoga apa
yang kami suguhkan dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi para pembaca
pada umumnya
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito,L.J. 2000. Buku
Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 8. Jakarta : EGC.
Charette, Jane. 1999. Rencana
Asuhan Keperawatan Onkologi. Jakarta : EGC.
Doengoes,M.E. 1999. Pedoman
Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta : EGC.
Http://www. combiphar.com/article /
2008 / 6 / 7.
Http://www. Dokterfoto.com/
patofisiologi/ 2008/6/7.
Http://www. Gizi.
net/Berita/2008/6/7.
Http://www. Kalbe. co. id/article/
Penatalaksanaan tumor wilms/2008/6/7.
Tumor wilms.
Tumor wilms.
Jhonson,Marion,dkk.
1997. Iowa Outcomes Project Nursing Classification (NOC)
Edisi 2 St. Louis ,Missouri ; Mosby.
Mc Closkey, Joanner. 1996.
Iowa Intervention Project
Nursing Intervention Classification
(NIC) Edisi 2. Westline
Industrial Drive, t.Louis :Mosby.
Nelson, Waldo. 2000. Ilmu Kesehatan
Anak Nelson. Jakarta : EGC.
Santosa,Budi . 2005
- 2006. Diagnosa
Keperawatan NANDA . Jakarta : Prima
Medika.
Staf pengajar ilmu keperawatan
anak. 1985. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : FKUI
Komentar
Posting Komentar